Jumat, 03 Juli 2026

Implementasi Infrastruktur dan Pengamanan Aplikasi Web Berbasis PHP-MySQL pada Windows Server 2003


Nama           : Nur Isnaini Hermalinda

Kelas            : 06SIFP012

Mata Kuliah : Keamanan Sistem Informasi 


Pendahuluan 

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, implementasi lingkungan server menggunakan Windows Server 2003 berhasil diterapkan dengan baik. Proses konfigurasi meliputi pembuatan Virtual Hard Disk (VHD), instalasi dan konfigurasi web server menggunakan XAMPP, pembuatan serta pengaturan database MySQL, konfigurasi aplikasi berbasis PHP, hingga penerapan pengamanan file dan password menggunakan metode MD5.

Seluruh tahapan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dengan aplikasi yang dapat diakses melalui browser, koneksi ke database yang berhasil, proses login administrator yang berfungsi dengan baik, serta tampilan dashboard yang dapat ditampilkan tanpa kendala. Dengan demikian, seluruh tujuan praktikum berhasil dicapai dan sistem dapat digunakan sebagaimana mestinya.


1. Menjalankan Apache Web Server tahap awal pada praktikum ini adalah melakukan implementasi Apache Web Server menggunakan aplikasi XAMPP yang telah terinstal pada komputer.

                                     


2. Menyalin File Aplikasi ke Direktori Web Server, setelah web server berhasil dijalankan, tahap selanjutnya yaitu memindahkan folder aplikasi Jasa yang telah diberikan oleh dosen ke dalam direktori htdocs pada XAMPP. Direktori htdocs merupakan lokasi utama tempat penyimpanan file aplikasi agar dapat diakses dan dijalankan oleh Apache Web Server.

                                    


 

3. Pengujian Aplikasi Melalui Browser Jika konfigurasi Apache Web Server berhasil dilakukan, halaman login aplikasi Jasa akan muncul pada browser. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi telah berhasil dijalankan oleh web server dan siap digunakan untuk proses selanjutnya.




Hasil Analisa Proses implementasi menunjukkan bahwa konfigurasi web server telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Aktivasi layanan Apache dan MySQL melalui XAMPP berlangsung dengan baik, serta aplikasi berhasil diakses melalui browser setelah dikenali oleh web server. Keberhasilan tersebut menandakan bahwa sistem telah siap untuk melanjutkan proses konfigurasi pada database MySQL.


4. Analisi Migrasi dan Import Database MySQL ada tahap ini, pembuatan database dilakukan menggunakan phpMyAdmin dengan mengakses alamat localhost/phpmyadmin melalui browser. Setelah masuk ke halaman utama phpMyAdmin, pilih menu Basis Data, kemudian isikan nama database yang akan digunakan. Proses pembuatan database dilakukan dengan menekan tombol Buat, sehingga database baru berhasil ditambahkan ke dalam sistem.




5. Proses pembuatan database berhasil, phpMyAdmin akan menampilkan database yang telah dibuat. Karena belum dilakukan penambahan tabel, sistem akan memberikan informasi bahwa database masih kosong dan belum berisi struktur tabel apa pun.



6. Berikutnya, impor file jasa.sql ke dalam database melalui menu Impor di phpMyAdmin. Setelah proses selesai, seluruh tabel dan data akan otomatis ditambahkan ke database.



7. L
akukan pengaturan koneksi database pada file koneksi.php menggunakan Visual Studio Code. Ubah password MySQL (jika ada) dan sesuaikan nama database menjadi isna, lalu simpan perubahan.



8. 
Setelah konfigurasi database selesai, aplikasi dijalankan melalui browser pada alamat  http://localhost/jasa/ dan akan muncul halaman Login Admin berisi form username dan password.



9. 
Jika akun admin tidak bisa digunakan untuk login, buka tabel user di phpMyAdmin melalui database, lalu edit data pengguna. Ubah password dengan metode MD5 dan isi nilainya menjadi 12345, serta sesuaikan nama pengguna jika diperlukan. Setelah itu simpan perubahan agar akun dapat digunakan untuk login kembali.




10. Setelah proses login berhasil, sistem akan diarahkan ke halaman utama Dashboard Admin. Pada halaman ini ditampilkan pesan selamat datang serta menu navigasi seperti Beranda, Transaksi, Laporan, dan Data Master yang digunakan untuk mengelola data aplikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem telah berjalan dengan baik dan terhubung dengan database sesuai hak akses admin.




11. Untuk melakukan penyesuaian tampilan aplikasi, buka file index.php melalui Visual Studio Code, lalu ubah teks “Nama Anda” menjadi nama pengguna atau pengembang, contoh "isna hermalinda". Setelah itu simpan perubahan dan jalankan ulang aplikasi agar nama yang telah diganti muncul pada halaman login.




12. Setelah proses pengamanan file selesai dilakukan, direktori aplikasi ditampilkan melalui File Explorer untuk memastikan file index.php masih berada pada lokasi penyimpanan aplikasi. File tersebut merupakan halaman utama aplikasi yang telah dimodifikasi dan diberikan atribut Read-only sebagai bentuk perlindungan agar tidak dapat diubah secara sembarangan. Tampilan ini menunjukkan bahwa file aplikasi tetap tersedia dan siap digunakan oleh web server.


                                       


13. Selanjutnya, buka jendela Run dengan menekan tombol Windows + R, kemudian ketik cmd dan tekan Enter atau klik OK. Setelah itu, Command Prompt akan terbuka dan dapat digunakan untuk proses pengujian atau konfigurasi aplikasi.




14. 
Setelah membuka Command Prompt (CMD), arahkan ke direktori aplikasi dengan perintah cd C:\xampp\htdocs\jasa. Kemudian jalankan perintah attrib +R index.php untuk mengatur file menjadi read-only, sehingga file tidak dapat diubah secara tidak sengaja. Jika tidak muncul pesan error, maka proses telah berhasil dilakukan. 



15. 
Setelah file index.php diatur sebagai read-only, lakukan percobaan pengeditan menggunakan Visual Studio Code. Saat menyimpan perubahan, sistem akan menampilkan pesan bahwa file tidak dapat disimpan karena bersifat read-only. Hal ini menandakan bahwa pengamanan file telah berhasil diterapkan dan file tidak dapat diubah secara langsung.



16. 
Buka VirtualBox Manager, pilih mesin virtual Server2003, lalu masuk ke menu Settings untuk mengatur konfigurasi perangkat keras seperti Virtual Hard Disk (VHD).




17. Pada menu Settings, pilih Storage, lalu pada bagian Controller: IDE klik ikon Add Hard Disk untuk menambahkan Virtual Hard Disk (VHD) sebagai media penyimpanan pada mesin virtual.




18. Tahap ini merupakan proses memilih dan menambahkan Virtual Hard Disk (VHD) pada mesin virtual Server2003 di VirtualBox. Hard disk yang masih berstatus Not Attached dipilih untuk kemudian dipasang sebagai media penyimpanan utama pada VM. Langkah ini dilakukan agar sistem virtual memiliki ruang penyimpanan sebelum proses instalasi atau konfigurasi sistem operasi dilakukan.





19. Setelah Virtual Hard Disk (VHD) berhasil ditambahkan, kembali ke Oracle VirtualBox Manager. Pilih mesin virtual Server2003, lalu klik tombol Start pada toolbar untuk menyalakan dan menjalankan sistem virtual tersebut.





20. 
Setelah mesin virtual Windows Server 2003 berjalan, tekan Windows + R untuk membuka menu Run. Ketik diskmgmt.msc lalu tekan Enter untuk membuka Disk Management. Fitur ini digunakan untuk mengenali, mengatur, dan memformat Virtual Hard Disk (VHD) yang sudah ditambahkan agar siap digunakan sebagai media penyimpanan sistem.



21. Setelah membuka Disk Management, sistem akan menampilkan Disk 2 sebagai perangkat baru dengan status Unknown dan Not Initialized. Klik kanan pada Disk 2, lalu pilih opsi Initialize Disk untuk memulai proses inisialisasi. Tahap ini dilakukan agar Virtual Hard Disk (VHD) dapat dikenali oleh Windows Server 2003 dan siap digunakan untuk penyimpanan data.



22. Setelah memilih menu Initialize Disk, akan muncul jendela konfirmasi yang menampilkan daftar disk yang akan diinisialisasi. Pastikan Disk 2 sudah dicentang, lalu klik OK untuk melanjutkan proses. Setelah proses selesai, status Disk 2 akan berubah menjadi Online yang menandakan disk sudah siap digunakan.




23. Setelah memilih menu New Partition, akan muncul jendela Welcome to the New Partition Wizard sebagai panduan untuk membuat dan mengatur Virtual Hard Disk (VHD). Halaman ini berisi penjelasan awal mengenai proses yang akan dilakukan. Untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, klik tombol Next.



24. Pada tahap Format Partition, pilih opsi Format this partition with the following settings. Biarkan sistem file menggunakan NTFS dan ukuran alokasi tetap pada Default. Selanjutnya, ubah Volume Label sesuai identitas yang diinginkan, misalnya Cenda Destina. Setelah semua pengaturan diatur, klik Next untuk melanjutkan proses pembuatan Virtual Hard Disk (VHD).



25. Pada tahap Completing the New Partition Wizard, sistem akan menampilkan ringkasan konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD) yang telah diatur, seperti ukuran partisi, huruf drive, sistem file NTFS, serta Volume Label . Setelah memastikan seluruh pengaturan sudah benar, klik tombol Finish untuk menyelesaikan proses.




26. Setelah proses pembuatan partisi dan format selesai, Virtual Hard Disk (VHD) berhasil dikenali oleh sistem operasi Windows Server 2003. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya drive baru (I:) bernama Isnaini pada jendela My Computer. Drive tersebut telah menggunakan sistem berkas NTFS dengan kapasitas sekitar 15 GB, sehingga siap dimanfaatkan sebagai media penyimpanan data. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa proses konfigurasi Virtual Hard Disk telah berjalan dengan baik.