Implementasi Infrastruktur dan Pengamanan Aplikasi Web Berbasis PHP-MySQL pada Windows Server 2003
Nama : Nur Isnaini Hermalinda
Kelas : 06SIFP012
Mata Kuliah : Keamanan Sistem Informasi
Pendahuluan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, implementasi lingkungan server menggunakan Windows Server 2003 berhasil diterapkan dengan baik. Proses konfigurasi meliputi pembuatan Virtual Hard Disk (VHD), instalasi dan konfigurasi web server menggunakan XAMPP, pembuatan serta pengaturan database MySQL, konfigurasi aplikasi berbasis PHP, hingga penerapan pengamanan file dan password menggunakan metode MD5.
Seluruh tahapan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dengan aplikasi yang dapat diakses melalui browser, koneksi ke database yang berhasil, proses login administrator yang berfungsi dengan baik, serta tampilan dashboard yang dapat ditampilkan tanpa kendala. Dengan demikian, seluruh tujuan praktikum berhasil dicapai dan sistem dapat digunakan sebagaimana mestinya.
1. Menjalankan Apache Web Server tahap awal pada praktikum ini adalah melakukan implementasi Apache Web Server menggunakan aplikasi XAMPP yang telah terinstal pada komputer.
2. Menyalin File Aplikasi ke Direktori Web Server, setelah web server berhasil dijalankan, tahap selanjutnya yaitu memindahkan folder aplikasi Jasa yang telah diberikan oleh dosen ke dalam direktori htdocs pada XAMPP. Direktori htdocs merupakan lokasi utama tempat penyimpanan file aplikasi agar dapat diakses dan dijalankan oleh Apache Web Server.
3. Pengujian Aplikasi Melalui Browser Jika konfigurasi Apache Web Server berhasil dilakukan, halaman login aplikasi Jasa akan muncul pada browser. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi telah berhasil dijalankan oleh web server dan siap digunakan untuk proses selanjutnya.
Hasil Analisa Proses implementasi menunjukkan bahwa konfigurasi web server telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Aktivasi layanan Apache dan MySQL melalui XAMPP berlangsung dengan baik, serta aplikasi berhasil diakses melalui browser setelah dikenali oleh web server. Keberhasilan tersebut menandakan bahwa sistem telah siap untuk melanjutkan proses konfigurasi pada database MySQL.
6. Berikutnya, impor file jasa.sql ke dalam database melalui menu Impor di phpMyAdmin. Setelah proses selesai, seluruh tabel dan data akan otomatis ditambahkan ke database.
7. Lakukan pengaturan koneksi database pada file koneksi.php menggunakan Visual Studio Code. Ubah password MySQL (jika ada) dan sesuaikan nama database menjadi isna, lalu simpan perubahan.
10. Setelah proses login berhasil, sistem akan diarahkan ke halaman utama Dashboard Admin. Pada halaman ini ditampilkan pesan selamat datang serta menu navigasi seperti Beranda, Transaksi, Laporan, dan Data Master yang digunakan untuk mengelola data aplikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem telah berjalan dengan baik dan terhubung dengan database sesuai hak akses admin.
cd C:\xampp\htdocs\jasa. Kemudian jalankan perintah attrib +R index.php untuk mengatur file menjadi read-only, sehingga file tidak dapat diubah secara tidak sengaja. Jika tidak muncul pesan error, maka proses telah berhasil dilakukan. 16. Buka VirtualBox Manager, pilih mesin virtual Server2003, lalu masuk ke menu Settings untuk mengatur konfigurasi perangkat keras seperti Virtual Hard Disk (VHD).
17. Pada menu Settings, pilih Storage, lalu pada bagian Controller: IDE klik ikon Add Hard Disk untuk menambahkan Virtual Hard Disk (VHD) sebagai media penyimpanan pada mesin virtual.
18. Tahap ini merupakan proses memilih dan menambahkan Virtual Hard Disk (VHD) pada mesin virtual Server2003 di VirtualBox. Hard disk yang masih berstatus Not Attached dipilih untuk kemudian dipasang sebagai media penyimpanan utama pada VM. Langkah ini dilakukan agar sistem virtual memiliki ruang penyimpanan sebelum proses instalasi atau konfigurasi sistem operasi dilakukan.
21. Setelah membuka Disk Management, sistem akan menampilkan Disk 2 sebagai perangkat baru dengan status Unknown dan Not Initialized. Klik kanan pada Disk 2, lalu pilih opsi Initialize Disk untuk memulai proses inisialisasi. Tahap ini dilakukan agar Virtual Hard Disk (VHD) dapat dikenali oleh Windows Server 2003 dan siap digunakan untuk penyimpanan data.
23. Setelah memilih menu New Partition, akan muncul jendela Welcome to the New Partition Wizard sebagai panduan untuk membuat dan mengatur Virtual Hard Disk (VHD). Halaman ini berisi penjelasan awal mengenai proses yang akan dilakukan. Untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, klik tombol Next.
25. Pada tahap Completing the New Partition Wizard, sistem akan menampilkan ringkasan konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD) yang telah diatur, seperti ukuran partisi, huruf drive, sistem file NTFS, serta Volume Label . Setelah memastikan seluruh pengaturan sudah benar, klik tombol Finish untuk menyelesaikan proses.
26. Setelah proses pembuatan partisi dan format selesai, Virtual Hard Disk (VHD) berhasil dikenali oleh sistem operasi Windows Server 2003. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya drive baru (I:) bernama Isnaini pada jendela My Computer. Drive tersebut telah menggunakan sistem berkas NTFS dengan kapasitas sekitar 15 GB, sehingga siap dimanfaatkan sebagai media penyimpanan data. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa proses konfigurasi Virtual Hard Disk telah berjalan dengan baik.